Selasa, 19 September 2017

LOMBA ADZAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI BULAN MUHARRAM

Dari Abdullah bin Umar katanya: ”Adalah kaum muslimin ketika baru sampai di kota Madinah, berkumpul menunggu waktu sembahyang kerana belum ada cara untuk memberitahu. Pada suatu hari mereka itu bermesyuarat tentang cara pemberitahuan waktu; ada yang mengatakan supaya menggunakan loceng seperti Nasrani dan ada pula yang mengatakan supaya menggunakan trompet seperti Yahudi. Maka berkata Umar bin al-Khattab r.a:” Bukankah lebih baik menyuruh seseorang meneriakkan atau memberitahukan waktu sembahyang?” Bersabda Rasulullah s.a.w:”Hai Bilal, pergilah dan ajaklah orang-orang bersembahyang.” (Muslim).

Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, kesulitan tidak timbul untuk mereka berkumpul bersama-sama bagi menunaikan solat secara berjemaah.

Namun semakin hari semakin banyak bilangan orang-orang Islam sehingga timbullah masalah untuk memanggil atau mengingatkan mereka menunaikan solat pada waktunya. Setiap orang mempunyai potensi terhadap kealpaan ataupun kelalaian pada diri masing-masing disebabkan oleh berbagai-bagai urusan kehidupan yang dijalani mereka.

Oleh sebab itu wujudlah mesyuarat yang membincangkan tentang keperluan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk mengingat dan memanggil semua orang untuk solat tepat pada waktunya.

Ada banyak cadangan yang diusulkan seperti yang diceritakan di dalam hadis. Salah satu daripada usul itu datang dari Umar r.a yang mencadangkan agar ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk solat pada setiap masuknya waktu solat.

Saranan ini kebanyakannya dipersetujui oleh semua orang, termasuk Rasulullah s.a.w.
memandangkan banyak cadangan-cadangan yang lain lebih mirip kepada kaum kafir,namun yang menjadi persoalannya kini ialah bagaimana perlaksanaannya?.

Abu Dawud mengisahkan bahawa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan: “Ketika cara memanggil kaum Muslimin untuk solat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidur aku bermimpi melihat ada seseorang sedang memegang sebuah loceng,aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual loceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepada aku saja. Orang tersebut malah bertanya,” Untuk apa ? Aku menjawabnya, “Bahawa dengan membunyikan loceng itu, kami dapat memanggil kaum Muslimin untuk menunaikan solat".

Orang itu berkata lagi, “Adakah kau mahu jika ku ajarkan cara yang lebih baik ?” Dan aku menjawab ” Ya !”Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang , ” Allahu Akbar, Allahu Akbar..”
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah s.a.w dan menceritakan perihal mimpi itu kepada baginda.

Dan baginda bersabda: “Itu mimpi yang sebetulnya nyata,berdirilah di samping Bilal dan ajarkan dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan azan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.” Lalu aku pun melakukan hal itu bersama Bilal.”

Rupanya, mimpi yang serupa dialami pula oleh Umar r.a, beliau juga menceritakannya kepada Rasulullah s.a.w. Baginda s.a.w bersyukur kepada Allah SWT di atas semua petunjuk tersebut.
(http://www.1001-kisahislami.com/2015/11/sejarah-asal-usul-adzan.html)

Bertepatan dengan datangnya bulan Muharram MTs Negeri Lebaksiu mengadakan Lomba Adzan dimana pesertanya adalah siswa putra dari kelas 7, 8, 9. Didalam Acara Ini Siswa Putra sangat Antusias dalam mengikuti lombanya. dan dari pihak juri pun memberi masukkan ketika lomba berakhir kepada siswa putra agar bisa lebih baik dan diterapkan dalam lingkungan rumah masing-masing peserta Lomba Adzan.

Berikut Dokumentasi:



Pengarahan Lomba

 
Peserta Melantunkan Adzan






Juri Sedang Memberikan Saran Kepada Peserta


Senin, 03 April 2017

UJIAN MADRASAH 2017

UJIAN MADRASAH yang dilaksanakan dari tanggal 3 - 7 April.
Semoga Tahun Angkatan 2017 mendapatkan nilai yang baik. Aamiin Ya Rabbal Alamin






Kamis, 01 Oktober 2015

PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

Pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 01 Oktober 2015 mengambil sebuah tema "Hari Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila". MTs Negeri Lebaksiu Kabupaten Tegal mengadakan upacara bendera untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila agar siswa mampu mengenang dan menghormati jasa para Pahlawan.




Berikut Dokumentasi Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Kesaktian Pancasila :

Penghormatan Kepada Pemimpin Upacara













Laporan Kepada Pemimpin Upacara




 Pengibaran Bendera Merah Putih



Pembacaan Pancasila Oleh Pembina Upacara


















Pembacaan UUD 1945

















Amanat Pembina Upacara

 Pembacaan Doa

Selasa, 16 September 2014

Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah


Foto
Makasar (Pendis) - "Madrasah sama dengan sekolah, hanya penyebutannya yang berbeda. Namun bila digali lebih lanjut tenyata keduannya sangat beda. Sekolah tempat mencari/menuntut ilmu pengetahuan dengan bersumber dari guru sedangkan madrasah berasal dari Allah SWT". Demikian disampaikan Wakil Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada pembukaan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) di Makassar, Senin (25/08) siang.

Dalam menjawab makna dibalik motto "Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah" tersebut, guru besar tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan bahwa `murid` yang padan katanya adalah madrasah, dalam ilmu tasawuf bisa diartikan sebagai orang mencari ilmu yang berasal dari Allah.

"Murid setara bukan dengan muallim (guru) akan tetapi identik dengan mursyid (guru spiritual), oleh karena itu `murid` disebut murid spiritual", tegas Pak Nasar.

Madrasah kembali dimaknai sampai level ketiga perintah `iqra` dalam al Qur`an yaitu bagaimana menghayati, meresapi dan menjiwai apa yang dibaca dan dipelajari. Berbeda dengan sekolah yang hanya pada level dua saja, mendalami apa yang ia baca.

"Perintah `iqra` dalam al Qur`an terdiri atas tiga level; membaca, mendalami (istiqra`), dan menghayati. Bahkan bisa level empat pemaknaannya yaitu konteks iqra` bismillahi rabbik, sebagaimana Imam Al Ghazali, ia adalah murid Rasulullah SAW secara langsung padahal jarak hidupnya sekitar 600 abad", tegas Nasar yang akan menerbitkan karya tafsirnya dalam waktu dekat ini.

Oleh karena itu Nasaruddin kembali menyemangati para murid, guru serta pejabat yang hadir, untuk tidak puas terus mencari inti dari madrasah yang sekarang ini terus berproses.

"Jangan pernah puas seperti Bawang Merah ketika dikupas, ternyata masih ada lagi, di dalam kulit masih ada kulit, sampai menemukan inti yang terdalam darinya, demikian madrasah dalam mencari jati dirinya", lanjut Nasar.

Menyinggung kenapa madrasah menyelenggarakan kompetisi sains bukan ilmu yang lain, ia mengatakan bahwa sebenarnya ilmu sains tidak hanya ada di dalam al Qur`an akan tetapi para ilmuwan Islam abad pertengahan telah menemukan terlebih dahulu dibandingkan orang-orang Eropa/Amerika.

"Ilmu kimia ditemukan oleh santri tulen, Abu Musa Jabir bin Hayyan (720 M), the father of chemistry. Ilmu optik oleh Ibnu Hayyan, mematahkan buku The Optic karya orang Eropa yang ternyata buku itu jiplakan dari Kitabul Manadzir. Demikian juga teori Algoritma, Al Jabar dalam ilmu matematika, Ilmu Kedokteran oleh Ibnu Sina dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan orang asli Makassar yang hidup abad 17 (1620-an M) yang bernama Karaeng Patingallong adalah seorang saintis yang terkenal sampai benua Eropa", papar Nasaruddin penuh semangat.

Pengajar Institut Ilmu Al Qur`an (IIQ) ini juga berpesan agar madrasah bisa mencetak generasi kuat, tahan uji dan amanah.

"Innal khoira manista`jarta qowiyyul amin, sesungguhnya generasi yang paling handal yang akan melanjutkan tongkat estafet negeri adalah yang kokoh/kuat serta penuh integrasi", ungkap Nasaruddin mengakhiri sambutannya.
(p1p0/ra)

Minggu, 19 Januari 2014

Silabus Lengkap Jenjang SMP Kurikulum 2013


silabus-k13Seperti kita tahu bahwa kita tidak perlu membuat silabus untuk kurikulum 2013. kita hanya membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Untuk guru yang belum mengikuti diklat implementasi kurikulum 2013 dan ingin mempunyai silabus SMP kurikulum 2013 dapat mengunduh melalui tautan-tautan di bawah ini. Buku pegangan guru dan siswa kurikulum 2013 dapat diunduh di sini

1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Bahasa Inggris
6. Seni Budaya
7. Prakarya
8. IPA
9. IPS
10. Penjasorkes

Contoh RPP Kurikulum 2013 untuk SMP

 sumber http://fatkoer.wordpress.com


DDTK KURIKULUM 2013 DI MTs NEGERI LEBAKSIU KAB. TEGAL

Lebaksiu, 18-19 Januari 2013. Demi mewujudkan program  “MTs. Kab. Tegal Cemerlang” , langkah cepat  diambil KKM MTs LEBAKSIU dengan menggelar pendidikan dan pelatihan (DDTK) Kurikulum 2013 di MTs N LEBAKSIU 18-19 /01 /2014. Diklat oleh Bpk. Drs. H. Mukhlasin, M.Pd.  dipusatkan  di Aula MTs N Lebaksiu yang dihadiri Kepala se KKM MTs Lebaksiu, Waka Kurikulum, dan Guru Mapel. Diklat ini terlaksana berkat jasama dengan balai diklat dinas pendidikan Semarang.
Dalam sambutannya  didepan 200 peserta diklat  Bpk. Drs. H. Mukhlasin, M.Pd menguraikan bahwa, pertimbangan perubahan kurikulum ini tidak lepas dari pasal 3 UU No. 20 SisDiknas thn 2003  tujuan pendidikan nasional yaitu “ Berkembangnya potensi didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Ini merupakan roh dan rel dari segala perubahan paradigma dalam bidang pendidikan nasional.
Lebih lanjut, Kepala MTs Negeri Lebaksiu menjelaskan perumusan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati (observing), menanya (Questioning), experimenting (mencoba), associating (menalar) dan membentuk jaringan (networking), semuanya itu untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja  dalam jejaring melalui collaborative learning.  Jadi, sistem pengajaran guru ke depan di dalam kelas adalah membiarkan peserta didik untuk meng_ explore kemampuan nalar untuk memecahakan problem yang ada, bukan lagi guru yang menjelaskan persoalan sampai anak didik mengerti lalu kemudian mengerjakan soal yang diberikan. Guru disini sebagai pengawal saja agar supaya anak didik tidak salah dalam menarik kesimpulan. (Mhs)